SABINTULUNG – Guna memastikan kelancaran dan kesuksesan festival adat terbesar di Tanah Kutai, jajaran panitia dan tokoh masyarakat menggelar rapat koordinasi intensif terkait persiapan pelaksanaan Erau yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 11 s/d 18 Juli 2026 mendatang.
Berbeda dengan rapat kedinasan formal, pertemuan kali ini sengaja dikemas dalam suasana santai dan penuh keakraban di sebuah lokasi outdoor pada malam hari. Seperti yang terdokumentasi, para panitia dan perwakilan warga berkumpul mengelilingi meja diskusi sembari menikmati minuman hangat, menciptakan ruang komunikasi yang cair namun tetap produktif.
Dalam agenda pembahasan tersebut, fokus utama tertuju pada pemantapan jadwal acara (rundown), kesiapan sarana dan prasarana penunjang, pengelolaan arus pengunjung, hingga pengamanan di titik-titik krusial selama seminggu penuh pelaksanaan festival. Mengingat Erau merupakan magnet budaya yang selalu menarik perhatian ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara, koordinasi matang sejak dini dinilai sangat vital.
"Suasana santai seperti ini justru membuat ide-ide segar mengalir lebih lancar. Kita ingin memastikan bahwa seluruh elemen masyarakat terlibat aktif dan siap menyambut para tamu dengan keramahan khas daerah kita," ujar salah satu perwakilan panitia di sela-sela diskusi.
Melalui rapat pemantapan ini, panitia berkomitmen untuk menyajikan gelaran Erau 2026 yang tidak hanya sakral dalam melestarikan ritual adat kesultanan, tetapi juga meriah dalam menyuguhkan pesta rakyat serta pameran ekonomi kreatif. Dengan sisa waktu yang ada, seluruh seksi kepanitiaan akan langsung bergerak melakukan eksekusi lapangan demi menyukseskan perhelatan budaya akbar tahunan ini.